Rumah sakit di era industry 4.0 membutuhkan dukungan teknologi informasi dan komunikasi agar pelayanan berfokus pada pasien sehingga dapat diimplementasikan secara baik.
Laboratorium Information System (LIS) atau Sistem Informasi Laboratorium merupakan sistem yang terdapat pada fasilitas kesehatan di mana bertujuan untuk mengelola informasi hingga mendukung pelaksanaan tindakan tepat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan kinerja laboratorium. Adapun manfaat dari LIS adalah sebagai berikut:
LIS merupakan salah satu fasilitas software rumah sakit yang mampu melakukan komunikasi antar sistem data base, karena fasilitas ini mampu melakukan migrasi sistem data base yang merupakan kebutuhan pokok operasional agar bisa mendukung tugas dan fungsi pelayanan. Kehadiran LIS sangat mendukung kebutuhan tugas fungsi pelayanan agar bisa memberikan kemudahan kepada operator lapangan, dalam hal ini adalah para petugas unit kerja laboratorium. Seperti diketahui dengan cara manual tanpa LIS beberapa software rumah sakit terpisah dengan software bawaan alat laboratorium. Hal ini tentunya akan sangat merepotkan petugas laboratorium, manakala memasukan identitas kunjungan pasien pada dua sistem software yang berbeda.
Sistem Informasi Laboratorium (LIS) Teknologi Terpadu. LIS ini memberikan pengenalan protokol antar muka yang lebih terstandarisasi. Kemunculan sistem berbasis informasi LIS membantu menyediakan kerangka kerja yang diperlukan untuk pengembangan berkelanjutan automation technology yang baru dengan peningkatan konektivitas dan terintegrasi. Sistem ini memberikan pilihan terbaik untuk automated systems, solusi alur kerja terintegrasi, dan teknologi lainnya yang tersedia di laboratorium patologi klinik dan laboratorium mikrobiologi yang sebelumnya belum terjangkau teknologi kesehatan generasi ke 4.
LIS mampu menghubungkan Instrumen alat laboratorium secara uni-directional (satu arah) atau dua arah. Saat ini dengan bertambahnya kunjungan dan tingginya permintaan pemeriksaan laboratorium diperlukannya kemampuan untuk melakukan transfer informasi dua arah. Interfaced instrument LIS dapat memberikan manfaat seperti pengurangan atau penghapusan proses manual, termasuk entri data manual dan transkripsi pasien dan data specimen, area LIS mampu mengambil data secara langsung dari data base pasien yang ada dalam SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit).
LIS dapat mengurangi potensi kesalahan yang melekat pada transkripsi manual untuk pelabelan slide. Informasi dicetak dengan mengidentifikasi barcode yang dapat dipindai di seluruh aliran proses, mengurangi kesalahan identifikasi serta mampu mencetak label yang langsung menghubungkan dengan alat pemeriksaan yang ada di laboratorium. LIS mengotomatiskan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Proses manual dapat dikatakan rentan kesalahan, seperti entri data. Hadirnya LIS pada laboratorium Rumah Sakit tidak hanya mengurangi entri manual dan kesalahan transkripsi, tetapi juga menyediakan metode tracking di seluruh proses sehingga quality control baik pre analitik, analitik maupun post analitik dapat dilaksanakan dengan sempurna.
LIS juga mampu mengurangi penggunaan kertas (paperless) dalam proses administrasi baik pendaftaran, pemeriksaan, maupun pelaporan sehingga mampu mendukung program rumah sakit dalam hal efisiensi. Billing functions dapat lebih mudah disederhanakan dengan menghubungkan definisi entri data dan kata kunci dengan prosedur special stains untuk desired tissue types. Otomasi laporan akhir juga tersedia, yang dapat disesuaikan dengan penampilan dan spesifikasi konten fasilitas yang diinginkan oleh operator LIS.
Klik disini untuk informasi lengkap
Sumber : https://www.isotekindo.co.id/index.php/id/article/details/323 https://rso.go.id/menerapkan-laboratory-information-system-lis-integrated-technology